Rabu, 28 Oktober 2015

Analisis Persentasi Kelompok 4 Tentang Laporan Neraca, Laba Rugi, Dan Arus Kas

A. Pengertian Neraca
Pengertian Neraca menurut kelompok 4 yang telah saya analisa ulang ialah merupakan suatu ketetapan di dalam pembukuan berpasangan (double entry accounting), setiap transaksi dicatat dengan seimbang antara jumlah debit dan kredit, yang merupakan salah satu pengecekan apakah seluruh transaksi telah dicatat secara betul atau tidak. Selanjutnya saldo dari setiap rekening yang ada dipindahkan ke trial balance.

Langkah penyusunan trial balance :
1. Tetapkanlah saldo dari setiap rekening.
2. Jumlahkanlah saldo debit
3. Jumlahkanlah saldo kredit
4. Bandingkanlah perhitungan jumlah debit dengan jumlah kredit


B. Pengertian Laporan Laba / Rugi
Pengertian Laporan Laba / Rugi menurut kelompok 4 yang telah saya analisa ulang ialah merupakan suatu bagian dari laporan keuangan yang memuat dan menyediakan informasi tentang ukuran keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu. Unsur-unsur yang terkandung dalam laporan laba rugi meliputi semua transaksi pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.

  • Laba = Kenaikan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Sedangkan yang dimaksud dengan kerugian adalah penurunan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.
  • Rugi = Arus keluar atau penurunan lainnya dalam aktiva perusahaan atau penambahan kewajibannya (atau kombinasi dari keduanya) selama periode waktu tertentu yang ditimbulkan oleh pengiriman dan produksi barang, penyediaan jasa, serta aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
C. Pengertian Arus Kas
Pengertian Arus Kas menurut kelompok 4 yang telah saya analisa ulang ialah merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

D. Contoh Soal Laporan Keuangan
Dibawah ini adalah contoh soal untuk laporan keuangan yang telah diberikan menjadi tugas Minggu Lalu ialah sebagai berikut:

Transaksi April 2014 atas nama usaha bengkel pak budi bernama PT Maju adalah sebagai berikut.

¼
Tuan budi mendirikan bengkel dengan menyetor uang pribadi perusahaan sebesar Rp 300.000
5/4
Untuk menambah kas tuan budi meminjam uang ke bank sebesar Rp 10.000.000
8/4
Perusahaan tuan budi membeli perlengkapan bengkel sebesar Rp 13.000.000 , secara tunai
9/4
Tuan budi mengambil kas perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp 1.500.000
15/4
Tuan budi membeli perlengkapan bengkel dari toko erlangga sebesar Rp 2.000.000 secara kredit
19/4
Tuan budi membayar sebagian utangnya kepada toko erlangga sebesar Rp 500.000
21/4
Tuan budi mendapatkan pendapatan jasa sebesar Rp 5.000.000
22/4
Tuan budi membayar gaji pegawai sebesar Rp 1.500.000
25/4
Tuan budi melakukan jasa perbaikan mobil sebesar Rp 1.000.000 dan pembayaran nya akan diterima 1 bulan kemudian
27/4
Perlengkapan bengkel yang sudah terpakai sebesar Rp 800.000
30/4
Tuan budi membayar uang sewa ruko sebesar Rp 700.000 untuk 2 bulan


Nah setalah itu kita akan buat ke dalam:

1. Jurnal Umum
2. Buku Besar
3. Jurnal Penyesuaian
4. Laporan Keuangan




JURNAL UMUM
BENGKEL BUDI
APRIL 2014
Tanggal
Keteranggan
Debet
Kredit
1
Kas
30.000.000


       Modal

30.000.000
5
Kas
10.000.000


      Hutang Bank

10.000.000
8
Perlengkapan Bengkel
13.000.000


      Kas

13.000.000
9
Prive Budi
1.500.000


      Kas

1.500.000
15
Perlengkapan Bengkel
2.000.000


     Hutang Usaha

2.000.000
19
Hutang Usaha
500.000


      Kas

500.000
21
Kas
5.000.000


      Pendapatan Usaha

5.000.000
22
Beban Gaji
1.500.000


      Kas

1.500.000
25
Piutang Usaha
1.000.000


      Pendapatan Jasa

1.000.000
27
Beban Perlengkapan
800.000


      Perlengkapan

800.000
30
Sewa di bayar di muka
700.000


      Kas

700.000

Total
66.000.000
66.000.000







JURNAL PENYESUAIAN
BENGKEL BUDI
APRIL 2014
No
Keteranggan
Debet
Kredit
1
Beban Perlengkapan
800.000


               Perlengkapan

800.000
2
Beban Sewa
350.000


               Sewa di bayar di muka

350.000

TOTAL
1.150.000
1.150.000

NERACA SALDO DISESUAIKAN
BENGKEL BUDI
APRIL 2014
No
Akun

Keterangan
Neraca saldo disesuaikan
Debet
Kredit
101
Kas
27.800.000
-
102
Piutang Usaha
1.000.000
-
103
Perlengkapan
13.400.000
-
104
Sewa di bayar di muka
350.000
-
201
Hutang Usaha
-
1.500.000
202
Hutang Bank
-
10.000.000
301
Modal
-
30.000.000
302
Prive Budi
1.500.000
-
401
Pendapatan Jasa
-
6.000.000
501
Beban Gaji
1.500.000
-
502
Beban Perlengkapan
1.600.000
-
503
Beban Sewa
350.000
-

TOTAL
47.500.000
47.500.000




LAPORAN KEUANGAN
LABA / RUGI
BENGKEL BUDI
APRIL 2014
Pendapatan
Pendapatan Jasa
Bebas Operasional
Beban Gaji
Beban Perlengkapan
Beban Sewa
Laba Bersih

Rp 6.000.000

( Rp 1.500.000 )
( Rp 1.600.000 )
( Rp 350.000 )

Rp 2.550.000


LAPORAN PERUBAHAN MODAL
BENGEL BUDI
APRIL 2014
Modal Awal
         Laba Bersih
         Prive
Tambahan Modal
        
         Modal Akhir
Rp 30.000.000
Rp 2.250.000
(Rp 1.500.000 )
Rp 1.050.000


Rp 31.050.000

NERACA
BENGKEL BUDI
APRIL 2014
Aktiva
Pasiva
Kas
Rp 27.800.000
Hutang Usaha
Rp 1.500.000
Piutang Usaha
Rp 1.000.000
Hutang Bank
Rp 10.000.000
Perlengkapan
Rp 13.400.000
Jumlah Pasiva
Rp 11.500.000
Sewa di bayar di muka
Rp 350.000
Ekuitas
Rp 11.500.000


Modal
Rp 31.050.000
Total Aktiva
Rp 42.550.000
Total Pasiva + Ekuitas
Rp 42.550.000
  
 Sumber: Hasil Persentasi Kelompok 4

Selasa, 20 Oktober 2015

Analisis Persentasi Kelompok 3 Tentang Laporan Keuangan

A. Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan menurut kelompok tiga yang telah saya analisa ulang ialah merupakan Kegiatan Pencatatan transaksi dan Pelaporan yang dapat memberikan Informasi berupa data yang sudah diolah sehingga berguna untuk mengambil keputusan bagi pemakai.

Laporan Keuangan ini sendiri mempunyai beberapa Karakteristik antaralain ialah:
  • Dapat dipahami, artinya ialah Laporan keuangan dapat dipahami pemakai saat dianalisis datanya.
  • Relevan, artinya ialah Informasi yang diberikan bermanfaat bagi pemakai.
  • Materialistis, artinya ialah Informasi harus mempunyai hakikat dan arti.
  • Keandalan, artinya ialah tidak menyesatkan dan sesuai fakta sehingga dapat diandalkan.
  • Dapat dibandingkan, artinya ialah Laporan keuangan mudah dipahami dan dianalisis sehingga dapat diketahui Perbedaan keuangan Perusahaan dengan Persuhaan lain ataupun Perusahaan dengan Perusahaan itu sendiri namun berbeda jarak waktunya.
  • Tepat Waktu, artinya ialah Laporan keuangan harus segera diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan agar tidak terjadi kesalah perhitungan diwaktu yang mendatang.
B. Pos-Pos dalam Laporan Keuangan
Suatu Perusahaan biasanya dalam menyajikan Laporan Keuangannya ialah menggunakan Poin-poin penting sebagai berikut ini:
  1. Aktiva, adalah kekayaan atau aset yang dimiliki suatu Perusahaan sejak pertama Berdiri dan dapat dipakai atau dijadikan uang Kas.
  2. Kewajiban, adalah Beberapa hutang yang dimiliki suatu Perusahaan pada saat ini yang terjadi akibat kegiatan dimasa lalu, dan Harus dipenuhi dengan manfaat ekonomi yang dimilikinya.
  3. Ekuitas, adalah Hak yang dimiliki suatu Perusahaan setelah dikurangi dengan segala kewajibannya.
  4. Pendapatan dan Beban termasuk Keuntungan dan Kerugian, adalah Segala pendapatan yang diterima suatu perusahaan dari berbagai kegiatan ekonominya dan Pengurangan Pendapatan yang diakibatkan Pengeluaran dari Perusahaan itu sendiri.
  5. Arus Kas, adalah segala sesuatu bentuk pemasukan suatu Perusahaan dan bentuk pembelanjaan nya kembalai dengan menggunakan hasil pemasukan yang telah didapat atau setara.
C. Laporan Neraca
Neraca adalah daftar yang berisi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas suatu Perusahaan pada Periode tertentu. Dalam Penulisan sebuah Laporan Neraca, Neraca minimal memiliki tiga akun elemen yaitu:
  • Harta (Assets)
  • Hutang atau Kewajiban (Liability)
  • Modal (Equity)
Adapun keterbatasan yang dimiliki oleh Neraca yaitu :
  1. Off Balance Sheet, yaitu meningkatnya penggunaan dari pendanaan di luar neraca untuk menghindari pelaporan kewajiban yang besar pada neraca perusahaan
  2. Biaya Historis, yaitu infomasi yang dilaporkan dalam neraca memiliki reliabilitas yang lebih tinggi di satu sisi.
  3. Nilai tukar/kurs, yaitu ketidak stabilan nilai tukar yang mengakibatkan tidak dapat dipertahankannya daya beli pada neraca.
  4. Pertimbangan, yaitu yang menentukan berbagai pos yang dilaporkan dalam neraca.
  5. Aktiva tak berwujud, yaitu Sumber daya manusia yang handal, produk yang unggul, pelayanan yang prima terhadap pelanggan tidak mudah untuk didapatkan.
  6. Komparabilitas, yaitu bahwa tidak semua perusahaan mengklasifikasikan dan melaporkan semua unsur neracanya dengan cara yang sama.
Terdapat beberapa bentuk penyajian Neraca dan yang telah dijelaskan oleh kelompok 3 ialah ada dua bagian yaitu :
  • Bentuk Neraca Staffel ialah Neraca yang disajikan vertikal kebawah.
  • Bentuk Neraca Skontro ialah Neraca yang disajikan Horizontal ke Samping.


Sumber: Hasil Persentasi Kelompok 3

Selasa, 13 Oktober 2015

Analisis Persentasi Kelompok 2 Tentang Pengertian Akuntansi

A. Pengertian Akuntasi
Pengertian Akuntansi menurut kelompok dua yang telah saya analisa ulang ialah merupakan seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengumpulan transaksi-transaksi keuangan untuk memberikan informasi yang lengkap agar dapat diambil keputusan yang tepat.

B. Proses Akuntansi
Telah dijelaskan oleh kelompok dua bahwa adanya beberapa Proses Akuntansi diantaranya ialah:
  1. Transaksi ialah segala proses kegiatan perusahaan seperti pengeluaran uang, pemasukan uang, pembelian dll yang berhubungan dengan keuangan.
  2. Pencatatan/Penggolongan ialah kegiatan pencatatan segala sesuatu bentuk transaksi didalam jurnal keuangan suatu perusahaan.
  3. Peringkasan ialah tahap dimana pada proses ini akuntan akan meneliti apakah keuangan untung atau rugi.
  4. Pelaporan ialah tahap terakhir dalam proses Akuntansi yang bertujuan untuk melaporkan keuangan suatu Perusahaan pada berbagai pihak yang membutuhkan seperti pihak internal ataupun eksternal.
C. Para Pengguna Informasi Akuntansi
Pihak Internal
  • Direktur dan Manager Keuangan untuk menentukan apakah suatu perusahaan mampu atau tidak dalam melunasi hutang-hutangnya.
  • Operasional dan Manager Pemasaran untuk mengetahui besarnya distribusi produk suatu perusahaan.
  • Manager dan Supervisor Produksi untuk menentukan besarnya harga pokok produksi suatu perusahaan
Pihak Eksternal
  • Investor untuk menentukan pilihan atau keputusan saat akan membeli dan melepas saham investasinya.
  • Kreditur untuk mengetahui apakah suatu perusahaan layak atau tidak diberikan pinjaman uang.
  • Pemerintah untuk menetapkan besarnya pajak penghasilan yang harus dibayarkan kepada kas negara.
D. Manfaat dari Standar Akuntansi 
Ada beberapa contoh dari manfaat Standar Akuntansi diantaranya ialah :
  • Akses ke pasar modal asing menjadi lebih mudah
  • Biaya modal yang lebih rendah bagi Perusahaan
  • Memberikan pedoman bekerja bagi akuntan publik
  • Data keuangan yang dapat dibandingkan dengan mudah
  • Mengurangi biaya penyusunan standar nasional
E. Entitas-entitas yang berkepentingan dengan Standar Akuntansi
  1. Kantor Akuntan Big Eight
  2. Financial Accounting Standar Board (FASB)
  3. Securities and Exchange Commision (SEC)
  4. The American Accounting Association (AAA)
  5. Organisasi / Badan Lain
F. Perkembangan Kantor Akuntan Big Eight
Daftar nama perusahaan di Big 8 yang pertama kali berisikan 8 Perusahaan yaitu:
  1. Arthur Andersen & Co
  2. Arthur young & Co
  3. Coopers and Lybrand
  4. Ernst and whinry
  5. Price waterhouse & Co
  6. Deloitte, Halkins & cells
  7. Picat Alarwick, Nitchell & Co
  8. Touce Ross & Co
Perubahan daftar nama perusahaan di Big 8 menjadi Big 6 karena adanya penggabungan perusahaan (Merge) dari beberapa perusahaan yaitu:
  1. Arthur Andersen & Co
  2. Ernst young & Co
  3. Coopers & Lybrand
  4. Price Waterhouse & Co
  5. Deloitte, Halkins & cells
  6. Picat Alarwick, Nitchell & Co
Adanya perubahan daftar nama perusahaan di Big 6 menjadi Big 5 karena terjadinya penggabungan perusahan seperti di Big 8 yaitu:
  1. Arthur Andersen & Co
  2. Coopers and Lybrand
  3. Ernst young & Co
  4. Price Waterhouse & Co
  5. Deloitte, Halkins & cells
Yang terakhir ialah perubahan daftar nama perusahaan lagi dari Big 5 menjadi Big 4 karena adanya suatu skandal pada salah satu perusahaan besar ini yang tidak lain adalah Arthur Andersen & Co. Skandal ini dikenal dengan nama Skandal Enron karena pada saat itu Arthur Andersen terbukti telah menghancurkan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh perusahaan Enron. Lalu jadilah Big 4 yang masih beranggotakan 4 Perusahaan sampai saat ini yaitu:
  1. Deloitte Touche Tohmatsu
  2. PricewaterhouseCoopers
  3. Ernst & Young
  4. KPMG


Sumber: Hasil Persentasi Kelompok 2

Senin, 05 Oktober 2015

Analisis Persentasi Kelompok 1 Tentang Pengertian Akuntansi

A. Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi menurut kelompok satu yang telah saya analisa ulang ialah merupakan Aktivitas Pencatatan, Perhitungan, atau Penganalisaan suatu Kegiatan Ekonomi yang berkaitan dengan angka-angka Keuangan suatu Perusahaan yang nantinya akan dicatat disebuah Laporan Keuangan. Laporan Keuangan suatu Perusahaan ini memiliki sifat yang terbuka, yang harus diketahui oleh pihak Eksternal juga tidak hanya pihak Internal seperti contohnya Investor, Kreditur, ataupun Pemilik Perusahaan itu sendiri dikarenakan pada akhir periodenya akan diteliti atau dianalisa oleh beberapa ahli akuntan untuk mengetahui apakah terjadi kecurangan atau tidak pada Perusahaan tersebut.

B. Standar Akuntansi Keuangan

Sedangkan pengertian Standar Akuntansi Keuangan menurut kelompok satu yang telah saya Analisa ialah suatu cara untuk Menciptakan Metode yang seragam untuk menyajikan informasi Laporan Keuangan yang nantinya akan digunakan oleh berbagai macam Perusahaan dan dapat diteliti dengan mudah karna sudah ada acuan Standarnya.

Badan-badan yang berhubungan dengan Akuntansi

Ada suatu Badan Organisasi di Amerika Serikat yang bertugas untuk menetapkan Standar Akuntansi Keuangannya yaitu Financial Accounting Standard Board (FASB) berdiri pada tahun 1973 yang didirikan untuk menggantikan American Principles Board (APB) sebuah lembaga swasta yang bertanggung jawab untuk membentuk Standar Akuntansi di Amerika Serikat.

Dan diNegara kita sendiripun ada Organisasi yang bertugas sama layaknya FASB diAmerika Serikat yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 untuk membuat Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Dan ada juga beberapa Organisasi lain yang penting dalam Pelaporan Keuangan yang saya catat dari Persentasi dan Penjelasan Dosen kemarin yaitu sebagai berikut:
  • SEC (Securities and Exchange Commision) dibentuk tahun 1934 dengan tugas utama untuk mengatur penawaran dan perdagangan efek oleh Perusahaan kepada Masyarakat.
  • AICPA (American Institute of Certified Public Accounting) merupakan organisasi profesional dari para Akuntan publik yang tersertifikasi.
  • PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) merupakan acuan yang diterapkan pada Negara Indonesia saat ini.
  • PABU (Prinsip Akuntansi Berstandar Umum)
Itulah kurang lebih Analisa saya terhadap materi yang sudah diterangkan oleh Kelompok 1 dalam Matakuliah Akt. Keuangan Menengah 1A & 1B Prak** .

Ada beberapa soal yang telah diberikan oleh Kak Mailda Alfriska selaku Dosen Matakuliah Akt.Keuangan Menengah 1A & 1B Prak** antara lain :
  1. Tantangan apa saja yang akan dihadapi oleh seorang Akuntansi ? Menurut saya tantangan yang akan dihadapi oleh seorang Akuntansi adalah terjadinya Laporan Keuangan yang tidak sesuai maksudnya ialah jika terjadi kesalah perhitungan maka akan ada kekurangan yang tidak sesuai dengan jumlah dana yang ada dan juga ketepatan waktu dalam mengerjakan Laporan Keuangan dalam 1Periode yang sudah ditentukan.
  2. Apakah Standar Akuntansi di Indonesia dan di Luar Negeri ? Menurut saya di Indonesia seperti yang telah saya jelaskan diatas yaitu masih mengacu pada PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) sedangkan diluar negeri saat ini rata-rata telah mengacu pada IFRS yaitu Internasional Finansial Reporting Standard.
  3. Apakah sama Laporan Keuangan dan Pelapor Keuangan ? Tidak, Karena menurut saya Laporan Keuangan itu adalah bagian dari Pelapor keungan, Maksudnya adalah pelapor keuangan ialah seseorang atau kelompok yang bertugas untuk melaporkan informasi laporan keyangan tadi kepada pihak diluar Lingkungan Internal.

Sumber: Hasil Persentasi Kelompok 1

Senin, 28 September 2015

Pengertian dan Penjelasan Basis Data (Data Base)

PENGERTIAN BASIS DATA

A. Penjelasan Basis Data
Pengertian Basis Data yang telah saya simpulkan dari berbagai sumber adalah “ kumpulan file informasi yang saling berkaitan antara satu file dengan file lain yang tersusun secara sistematik dan tersimpan ditempat pusat, sehingga membentuk suatu bangunan data yang dapat diakses dimana saja”. Jika kita uraikan Basis Data terdiri dari 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat kita artikan sebagai markas, pusat, atau gudang dimana tempat terkumpulnya berbagai informasi. Sedangkan Data adalah suatu informasi itu sendiri yang berbentuk objek nyata.
Kita dapat lebih memahami pengertian Basis Data ini dengan menganalogikannya dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Pertama saya berikan contoh saat kita hendak mandi pastinya didalam kamar mandi terdapat sabun, sampo, sikat gigi, danlainlain. Disinilah letak Basis yaitu sebagai Kamar Mandi dan Data sebagai Perlengkapan Mandi tadi. Dan kita akan bertindak sebagai user atau pengguna, Jika kita ingin mandi kita pergi ke Kamar Mandi (Basis) dan menggunakan sabun, sampo, sikat gigi tadi (Data) maka terjadilah Proses pengaksesan data dari tempat terkumpulnya data itu (DataBase).

B. Kompenen Pendukung Basis Data
Mari kita kategorikan komponen pendukung Basis Data ini dalam tiga bagian, yaitu Hardware, Software, dan Brainware.
  1. Hadware (Perangkat Keras)
Menurut saya segala sesuatu yang berhubungan dengan data pastinya akan berkaitan dengan komputerisasi. Maka Hardware ini berperan penting dalam terbentuknya Basis Data. Biasanya berupa perangkat komputer standar contohnya CPU, Monitor, Keyboard, dll yang berfungsi sebagai otak penjalan proses komputerisasinya, media penyimpan (Stroge) seperti Harddisk yang berfungsi sebagai tempat server basis data disimpan, dan Media Komunikasi untuk sistem jaringan seperti Modem.

  1. Software (Perangkat Lunak)
Nah Software ini tidak kalah pentingnya dibanding Hardware, karena Software merupakan perangkat lunak yang memfungsikan dan mengendalikan seluruh perangkat keras komputer sesuai dengan kegunaan prosesnya. Dalam pengolahan Basis Data yang saya tau pastinya membutuhkan berbagai jenis macam Program yang berbeda-beda, Contohnya untuk memulai proses pembuatan basis data kita menggunakan software bawaan dari Microsoft Office yaitu Microsoft Accsess. Menurut saya software ini merupakan salah satu program yang digunakan untuk user pemula belajar membuat Basis Data, dikarenakan MS. Access dalam hal penggunaanya lebih mudah dipahami dibanding software saingan lainnya. Ada beberapa software lain yang digunakan untuk membuat Basis Data selain MS. Accsess tadi, yang saya tau ialah ada dBase, MySQL, Foxbase, Oracle dan masih banyak lagi, Kumpulan software ini biasanya dinamakan DBMS (Database Management System)

           3.      Brainware (Pengguna)

         Disinilah peran kita sebagai pengguna dan pengolah proses komputerisasi yang telah di jelaskan diatas tadi. Dalam mendukung terbuatnya Basis Data kita harus dapat menguasai terlebih dahulu apa arti Basis Data dan langkah-langkah pembuatan Basis Data sesuai dengan Program atau Software yang akan kita pilih nantinya.


C. Keuntungan Pemakaian Basis Data
            Ada beberapa keuntungan Pemakaian Basis Data yang saya tau dan beberapa yang telah saya kutip dari sumber lain yaitu:
  1. Mengurangi Redundansi, ialah maksudnya data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja.
  2. Menghindarkan Inkonsistensi, karena redundansi berkurang, sehingga umumnya update hanya sekali saja.
  3. Terpeliharanya Integritas Data, Maksudnya Data yang telah kita simpan dapat tersimpan secara akurat.
  4. Data dapat dipakai bersama-sama, Data yang sama dapat diakses oleh beberapa atau banyak user pada saat bersamaan.
  5. Jaminan Sekuriti, Data dapat diatur agar hanya beberapa user yang dapat mengaksesnya.
  6. Menyeimbangkan kebutuhan, Dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misalnya  antara update (mengubah data) dengan retrieval (menampilkan data) di dahulukan update.
Sekian Penjelasan dan Penjabaran dari saya tentang Pengertian Basis Data. Penulisan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Softskill yang telah diberikan. Jika masih banyaknya kekurangan dan salah dalam penulisan mohon dimaafkan.



Selasa, 16 Juni 2015

Sistem Pendidikan di Indonesia dan Problematikanya

 Indonesia merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan sesama anggota negara ASEAN pun kualita SDM bangsa Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah. Hal ini terjadi karena pendidikan di Indonesia belum dapat berfungsi secara maksimal. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia harus segera diperbaiki agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang supaya bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lain dan agar tidak semakin tertinggal karena arus global yang berjalan cepat.
     Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia diperlukan sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan tuntutan zaman. Perbaikan itu dilakukan mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menggunakan sistem pendidikan dan pola kebijakan yang sesuai dengan keadaan Indonesia.
     Masa depan suatu bangsa sangat tergantung pada mutu sumber daya manusianya dan kemampuan peserta didiknya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut dapat kita wujudkan melalui pendidikan dalam keluarga, pendidikan masyarakat maupun pendidikan sekolah.
     Saat ini pendidikan sekolah wajib di terima oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena dengan mengenyam pendidikan kita dapat mengikuti arus global dan dapat mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain. Namun dalam kenyataannya sekarang ini masih banyak orang yang belum dapat mengenyam pendidikan sekolah karena faktor ekonomi. Akan tetapi di dalam era global ini, hal tersebut tidak boleh terjadi karena akan menghambat perkembangan SDM dan bangsa pada umumnya. Maka dari itu, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan yang dapat mengatasi masalah tersebut.



Sistem Pendidikan yang di Anut di Indonesia
     
Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya:
·         Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai.
Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Disini peserta didik diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

·         Indonesia menganut sistem pendidikan terbuka.
Menurut sistem pendidikan ini, peserta didik di tuntut untuk dapat bersaing dengan teman, berfikir kreatif dan inovatif

·         Sistem pendidikan beragam.
Di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.

·         Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu.
Di dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa agar peserta didik tidak merasa terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan karena waktunya terlalu singkat atau sebaliknya.

·         Sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman.
Dalam sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan / pergantian dari waktu ke waktu, hingga sekarang Indonesia menggunakan kurikulum KTSP.


Problem di Bidang Pendidikan
     Problem yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang pendidikan mencakup tiga pokok proble, yaitu: 
a.      Pemerataan Pendidikan
     Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di Indonesia hanya dapat dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun. Kebijakan ini dilaksanakan dari mulai bangku SD hingga SMP. Pemerintah membuat kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.
b.      Biaya pendidikan
     Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal. Maka dari itu,  agar bangsa Indonesia tidak semakin terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada peserta didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya SPP atau membuat kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan dapat dirasakan di semua kalangan masyarakat Indonesia.
c.        Kualitas Pendidikan
     Selain kedua masalah tersebut, permasalahan yang paling mendasar adalah masalah mutu pendidikan. Karena sekarang ini pendidikan kita masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan kedisiplinan peserta didik masih rendah. Contohnya: dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan saat mengikuti Ujian Nasional peserta didik cenderung pilih mendapat jawaban secara instan, misalnya dengan membeli jawaban soal UN. Oleh karena itu, mutu pendidikan harus diperbaiki, maka pemerintah membuat kebijakan yang berupa peningkatan mutu pendidik. Yang dilakukan dengan cara mengevaluasi ulang tenaga pendidik agar sesuai dengan syarat untuk menjadi pendidik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sarana dan prasarana, misalnya memperbaiki fasilitas gedung, memperbanyak buku, dll. 


 Pendidikan sangat penting pengaruhnya bagi suatu bangsa. Tanpa adanya pendidikan, maka bangsa tersbut akan tertinggal dari bangsa lain. Sepeti halnya juga bangsa Indonesia, pendidikan merupakan salah satu upaya yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain khususnya bangsa-banga ASEAN. Maka pendidikan Indonesia harus diperbaiki, baik dari segi sistem pendidikan maupun sarana prasarana.
     Indonesia terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Saat ini pemerintah mulai memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dengan membuat berbagai kebijakan dan merubah sistemnya. Pendidikan Indonesia saat ini menggunakan sistem nasional yang meliputi sistem terbuka, sistem yang berorientasi pada nilai, sistem pendidikan yang beragam, sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman dan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk menjalankan sistem tersebut, pemerintah mengeluarkan sistem wajib belajar 9 tahun yang ditujukan untuk peserta didik SD dan SMP, adanya free-school. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu yang disesuaikan dengan keadaan pendidikan sekarang, memperbaiki sarana-prasarana, mengevaluasi kinerja tenaga pendidik dll. Dengan adanya upaya pendidikan di Indonesia dapat lebih baik agar bangsa Indonesia dapat mengimbangi negara lain terutama negara-negara ASEAN.


KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA


Abstrak :
Di era globalisasi ini banyak tantangan memang bagi negeri kita, namun kesadaran berbangsa dan bernegara sudah selayaknya rakyat dan pemerintah untuk bersama sama memberikan pemahaman bagi rakyatnya, khususnya kaum muda. Pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi warganya, bila rakyat bangsa Indonesia sudah tidak memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini merupakan bahaya besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengakibatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk dari bangsa-bangsa yang lain yang telah mempersiapkan diri dari gangguan bangsa lain.
Mengingat kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa warga bangsa Indonesia di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara.  Hal ini bisa kita lihat dari berbagai daerah sering bergejolak diantaranya tawuran antar warga, perkelaian pelajar, ketidakpuasan terhadap hasil pilkada, perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan lain-lain. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara  mempunyai makna bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah Negara Kesatuan RI harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia. 
Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara sebaiknya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua.Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.


Pembahasan :
Indonesia adalah wilayah kepulauan yang terintergrasi secara nasional dari daerah daratan dan lautan kedalam organisasi berbentuk negara kesatuan untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera sebagai realisasi impian yang di amanatkan oleh UUD 1945. Berdasarkan pendekatan yang diuraikan diatas, diharapkan dapat dipergunakan untuk menyusun suatu konsepsi yang dapat dipergunakan untuk menyatukan sudut pandang dalam kita merumuskan, apa yang telah tertuang dalam pasa 32 UUD ‘45 sebelum diadakan perubahan. Dengan sudut pandang itu, diharapkan kita dapat menyatukan pola berpikir dalam merumuskan visi, misi, tujuan, strategi dalam mengaktualisasikan BERBANGSA, BERNEGARA, INDONESIA sebagai pedoman dalam kita bersikap dan berperilaku dalam menjalankan fungsi, pekerjaan, kerja, jabatan, peran dan tanggung jawab dalam berbangsan dan bernegara.

Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah serta berpemerintahan sendiri. Sedangkan berbangsa adalah manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral , dan ber-aqlak mulia dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil. Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Sedangkan bernegara adalah manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah nusantara atau Indonesia dan mempunyai cita-cita yang berlandaskan niat untuk bersatu secara emosional dan rasional dalam membangun rasa nasionalisme secara eklektis kedalam sikap dan perilaku antar yang berbeda ras, agama, asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda merupakan hal penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena pemuda merupakan penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini. Akan tetapi kesadaran berbangsa dan bernegara ini jangan ditafsir hanya berlaku pada pemerintah saja, tetapi harus lebih luas memandangnya, sehingga dalam implementasinya, pemuda lebih kreatif menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupannya tanpa menghilangkan hakekat kesadaran berbangsa dan bernegara itu sendiri.
Kesadaran berbangsa dan bernegara sesuai dengan perkembangan bangsa mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak akan selalu positif. Bisa saja pada suatu masa kesadaran tersebut tidak seutuh dengan masa sebelumnya. 
Bermacam-macam hal yang dapat berpengaruh terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara. Berbagai faktor dalam negeri seperti dinamika kehidupan warga negara, telah ikut memberi warna terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara tersebut. Demikian pula perkembangan dan dinamika kehidupan bangsa-bangsa lain di berbagai belahan dunia, tentu berpengaruh pula terhadap kesadaran itu.
Menjadi sebuah keharusan bagi pemuda untuk ikut bertanggung jawab mengemban amanat penting ini, bila pemuda sudah tidak memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini merupakan bahaya besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengakibatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk dari bangsa-bangsa yang lain yang telah mempersiapkan diri dari gangguan bangsa lain.
Kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa sebagian pemuda di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara.Hal ini bias kita lihat dari segelintir persoalan ini,saya ambil contoh di perkotaan, karena bagian yang sangat cepat dengan informasi walaupun desa juga tidak bisa dilepakan dari konteks ini, hal ini bisa kita lihat semakin minimnya pemuda di perkotaan yang menghormati nilai-nilai budaya bangsa sendiri dan lebih bangga dengan budaya atau simbol-simbol bangsa lain, semakin banyaknya pemuda yang melakukan perilaku menyimpang dan penggunaan narkoba, dan kondisi ini diperparah dengan minimnya kesadaran sosial dan perhatian kepada sesama yang ditunjukkan dengan semakin individualisnya pemuda itu sendiri di tengah-tengah masyarakat, penguasaan IPTEK yang terbatas.
Budaya yang mereka tiru di perkotaan merupakan salah satu indikasi betapa kuatnya budaya asing merubah budaya kita dalam kehidupan pemuda lewat arus besar globalisasi. Pemuda kita tidak lagi bangga dengan kekayaan budaya yang dimilikinya, seolah-olah, segala sesuatu yang datangnya dari luar merupakan sesuatu yang paling baik, berupa bahasa, bertutur dan berpikir,tanpa melakukan penyaringan lebih dahulu. Kecenderungan pemuda menyebutnya dengan trend saat ini, padahal tidak kita disadari, ini merupakan bahaya laten yang akan merusak generasi kita (pemuda). Hal ini menandakan lemahnya kesadaran pemuda kita mempertahankan kekayaan nilai bangsa yang kita miliki.
Perilaku menyimpang lainnya, seperti free sex dan penggunaan narkoba,minum-minuman yang memabukan ini juga merupakan salah satu lemahnya pemuda dalam menyadari apa yang dilakukan dan apa dampaknya. Setiap hari kita mendengar, membaca dan melihat di media cetak dan elektronik bahwa selalu saja ada pemuda yang diringkus oleh aparat keamanan akibat perilaku diatas, bila hal ini terus menerus berlanjut dan tidak diantisipasi maka ketahanan negara ini ke depan sudah pasti terganggu.
Hal lain yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara di tingkat pemuda yang perlu di cermati secara seksama adalah semakin tipisnya kesadaran dan kepekaan sosial di tingkat pemuda, padahal banyak persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan peranan pemuda untuk membantu memediasi masyarakat agar keluar dari himpitan masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan terbantunya masyarakat dari semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yng harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan. disitu pemuda telah melakukan langkah konkrit dalam melakukan bela negara. Akan tetapi, kondisi itu nampaknya masih jauh dari apa yang diharapkan dari pemuda itu sesungguhnya, kebanyakan pemuda saat ini lebih cenderung untuk bersikap individualis atau mementingkan diri sendiri tanpa mau tahu akan persoalan di sekitarnya.
Penguasan IPTEK yang tidak merata bagi pemuda juga merupakan salah satu tantangan bagi kita, mau tidak mau segala sesuatu dalam hal penguasan informasi, jika pemuda kita tidak memiliki kompetensi dibidang ini, maka kita akan terus tertinggal dan digilas zaman sehingga dominasi negara luar semakin kuat menguasai negara kita.
Pemuda tidak dapat dilupakan dan dihilangkan dari perjalanan panjang bangsa ini. Sumpah pemuda sebagaimana telah diikrarkan oleh pendahulu kita pada tanggal 28 oktober 1928, merupakan salah satu bukti betapa peranan pemuda itu sangat vital dalam mempersatukan pemuda dan bangsa ini dan yang lahir dari pikiran-pikiran kaum muda adalah juga suatu peristiwa sejarah, peristiwa yang merupakan klimaks dari pencarian identitas baru yang telah bermula sejak awal abad ini dan manifestasi dari puncak peranan pemuda sebagai aktor sejarah yang sadar.
Fenomena-fenomena yang disinggung diatas merupakan tantangan bagi kita dan akan cenderung menjadi pemecah bila tidak segera diatasi, dicari jalan keluarnya. Kondisi pemuda yang seperti itu juga akan menjadikan pemuda kita menjadi pemuda yang kehilangan identitas dan krakter yang berdampak pada hilangnya perekat di masyarakat yaitu pemuda itu sendiri.
Pemuda harus mengambil posisi terdepan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, dan terdepan pula menyuarakan kritik yang membangun, kepada pemerintah dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena ini merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar, untuk menahan laju pengaruh asing yang mau menjajah atau membelenggu kita sehingga berdampak pada perpecahan ditengah masyarakat. 
Persoalan yang sedang dialami oleh pemuda saat ini, tidak ada kata lain bahwa pemuda harus mempersiapkan diri dalam segala hal yang serta merta juga harus membangun kesadaran bahwa dengan mampu menjaga citra pemuda sudah merupakan bagian dari menjaga negara ini dari keterpurukanan tentunya memperkuat identitas kita.
Hal penting yang tidak bisa dlupakan oleh pemuda adalah bahwa Pancasila telah merumuskan semua pengalaman, pandangan hidup dan harapan bangsa. Tugas pemuda adalah untuk tetap menjaga Pancasila dan menjalankan amanat yang terkandung didalamnya. Tentunya,bagaimana menjalankan yang diamanatkan oleh Pancasila tersebut tidaklah hanya mengetahui saja dan menghafalnya, akan tetapi mengimplementasikannya dalam kehidupan kita sehinga menjadi Pancasila yang hidup. Tidak ada lagi kata lain, bahwa untuk menghidupkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, maka pemuda harus turun ke tengah masyarakat membantu menyelesaikan persolan-persoalan yang ada karena disana banyak persolan yang membutuhkan perhatian para pemuda. Pemuda harus terdepan menyatakan penghormatan terhadap kemajemukan di negeri ini, terdepan dalam menghormati toleransi, dan banyak hal lagi yang dilakukan pemuda dalam mengimplementasikan Pancasila,  satu hal penting yang harus disadari pemuda adalah bahwa pemuda tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab atas problematika bangsa yang dihadapi saat ini.
Pemuda harus berperan serta dan berada dalam garis terdepan, dalam melakukan perubahan, hanya dengan demikianlah pemuda menjaga keutuhan bangsa ini, mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar, untuk mengantisipasi terjadinya penjajahan gaya baru disegala aspek, atas derasnya arus globalisasi yang tak terbendung juga merupakan salah satu menjaga negara ini.
Hal lain yang tak kalah pentingnya, pemuda harus memiliki kepekaan sosial dan memiliki tanggung jawab atas kondisi masyarakat saat ini, maka harus turut serta mencari solusinya.
Apabila kita membangun kesadaran berbangsa, bernegara, memahami hukum yang berlaku, dan pancasila sebagai pedoman hidup, tentu tidak akan ada generasi yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang untuk memecahkan bangsa dan negaranya sendiri serta tidak ada generasi muda yang memiliki perlakuan yang menyimpang dari norma-norma umum dimasyarakat. Dengan membangun kesadaran berbangsa dan bernegara itulah, maka pemuda telah melakukan salah satu dari sekian banyak aspek untuk menjaga keutuhan Negara ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesadaran bela negara adalah  dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.
Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:
1.      Cinta Tanah Air
Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita.
2.      Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
3.       Pancasila
Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.
4.      Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi mengharumkan nama bangsa.
5.      Memiliki Kemampuan Bela Negara
Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing.
Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun internasional. 
Faktor-Faktor Pendukung Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Beberapa faktor pendukung untuk terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara  :
1.Tingkat ke-amanahan seorang pejabat.
2.Pemerataan kesejahteraan setiap daerah.
3.Keadilan dalm memberikan hak dan kewajiban semua rakyat
4.Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan
5.Tegasnya hukum dan aturan pemerintahan.
6.Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia.
7.Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu.
8.Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa.


Kesimpulan:
Apabila kita  mengajarkan dan melaksanakan apa yang mrnjadi faktor-faktor pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini, yakni dengan mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah, juga sosialisasi di masyarakat,niscaya akan terwujud.. Pada pendidikan kewarganegaraan   ditanamkan prinsip etik multikulturalisme, yaitu kesadaran perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran yaitu menghargai dan mengormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi sudah harusnya menjadi bahan perekat kebangsaan apabila antar warganegara memiliki sikap toleran.
Institusi di masyarakat, baik di partai, lembaga, yayasan, organisasi sosial, koperasi, ditumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui pendidikan multikulturalisme. Organisasi sosial-politik , pemuda, olahraga, yayasan, koperasi, tidak bersifat eksklusif, namun mampu bersifat inklusif dengan mengembangkan organisasi dengan penanaman kesadaran berbangsa. . 
Kegiatan dialog  Kesadaran Berbangsa dan Bernegara perlu diselenggarakan dalam rangka mendorong, memupuk, serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan kerukunan dan kesejahteraan; serta merumuskan pokok-pokok pikiran tentang peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara sebagai bahan kebijakan pemerintah dalam peningkatan wawasan kebangsaan  bagi pemuda, warga masyarakat. Di era globalisasi ini memang telah  terjadi, suka tidak suka tidak bisa dihindari, jika diambil negatifnya kita akan menjadi berpikiran negatif, akan lebih bijaksana jika kita mengambil segi positifnya agar kita bisa mengikuti kemajuan jaman, dengan tidak mengesampingkan budaya local,dalam rangka kecintaan kita pada tanah airm dengan harapan NKRI tetap terpelihara.